Article

The Importance of Understanding Cash & Profit

By: Cahyadi Kurniawan
. 12/11/2019

Cash Anda Bertambah, tapi Bisnis Anda Rugi?

Pak Jana Arteri punya cerita sebaliknya dari kisah Bu Mawar Suhaini yang tertuang dalam tulisan yang lalu (Bisnis Anda Tumbuh, Ada Profit, tapi Anda Tekor?). Uang Pak Jana di bank bertambah terus, tapi usahanya rugi.  Beberapa hari ini Pak Jana mulai cemas. Usaha toko accesoris pria yang baru dirintisnya tiga bulan lalu mulai minta perhatian lebih,  bertentangan dengan  fakta uang di rekeningnya yang makin banyak.

Pak Jana buka usaha dengan modal dari menyisihkan uang hasil ganti rugi pelebaran jalan arteri. Setelah terpakai untuk  ongkos  interior dan seragam tim, uang cadangan di bank untuk tokonya masih Rp 150 juta. Ia menyewa toko di mal, sesuai dengan kelas produk yang dijualnya, seperti dasi impor, sepatu dari Italia, kemeja, jaket sekelas Lacoste dan Hugo. Lokasi toko J & A (Jana Arteri) memang strategis di mal yang banyak pengunjung, sehingga jualan lancar.

Bisnis berbasis pembayaran cash (atau kartu kredit) seperti toko Pak Jana atau restoran memang dapat membuat rekening perusahaan cepat gemuk. Dalam tiga bulan operasi,  J & A mendapatkan revenue berturut-turut Rp 300 juta, naik menjadi Rp 400 juta, dan bulan ketiga Rp  450 juta. Cost of Goods Sold  atau HPP produk-produk yang dijual J & A rata-rata 70% dari sales. Sementara operational expenses per bulan Rp 140 juta — sewa ruangan, gaji, bayar listrik, dll.

Keistimewaan bisnis retail seperti J & A adalah bisa segera mendapatkan cash dari pembeli, sementara kepada para pemasoknya dapat bayar mundur sampai 60 hari setelah invoice.  Arus cash-nya meyakinkan.  Bulan Pertama, dengan sales Rp 300 juta ditambah tabungan Rp 150 juta, dikurangi expenses Rp 140 juta, maka akhir bulan uang di bank ada Rp 310 juta.

Bulan Kedua, saat sales naik jadi Rp 400 juta, plus balance bulan sebelumnya Rp 310 juta, dipotong expenses bulanan Rp 140 juta, cash di bank bertambah jadi Rp 570 juta. Bulan Ketiga, sales Rp 450 juta ditambah balance bulan sebelumnya Rp 570 juta, ada uang Rp 1.020 juta.  Setelah kemudian dipotong opersional bulanan Rp 140 juta dan HPP/COGS Bulan Pertama  Rp 210 juta yang jatuh tempo, akhir bulan cash di bank jumlahnya naik jadi  Rp 670 juta.

 

Pak Jana tambah kaya? Belum tentu. Kita lihat laporan Laba – Rugi  J & A:

Bulan Pertama              Bulan Kedua           Bulan Ketiga

Sales                       Rp 300 juta                    Rp 400 juta             Rp 450 juta

COGS                      Rp 210 juta                    Rp 280 juta             Rp 315 juta

Gross Profit           Rp   90 juta                    Rp 120 juta             Rp  135 juta

Expenses               Rp 140 juta                    Rp 140 juta             Rp  140 juta

Net Profit/loss    (Rp   50 juta)                  (Rp   20 juta)           (Rp      5  juta)

 

Cash di bank bertambah banyak, tapi bisnis merugi walupun jumlah kerugian menurun. Uang di bank itu pun mesti disiapkan untuk membayar COGS dua bulan sebelumnya. Kondisi ini dapat ditoleransi sepanjang J & A dapat mengerem biaya operasional, kalau bisa malah diturunkan, supaya bisnisnya bisa membelok ke profitable.  Godaan terbesar adalah, pemilik merasa punya uang di bank, merasa bisnisnya hebat, lalu nambah biaya operasional. Sementara sales belum tentu naik terus atau stabil, ada kemungkinan juga turun.  Kalau pemilik tidak berhasil membelokkan bisnis ke profitable,  cash akan terkuras habis.

Dari situasi Pak Jana, yaitu punya cash banyak tapi bisnis rugi,  dan cerita Bu Mawar (dalam tulisan sebelumnya),  dimana bisnis dilaporkan profit tapi cash-nya tidak kepegang, solusinya memerlukan pendekatan atau skill berbeda. Cerita Bu Mawar dan Pak Jana merupakan contoh sederhana tentang manajemen keuangan.  Laporan keuangan memberikan kepada Anda  tidak hanya gambaran tentang pencapaian bisnis, tapi juga memberikan indikasi keahlian apa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan. Pemahaman tentang profit dan cash, beserta implikasinya, sangat penting.  Situasi bertambah pelik saat bisnis Anda tumbuh besar.  Disinilah peran penting seorang business coach,  yaitu membantu Anda mengambil keputusan tepat agar bisnis Anda dapat tumbuh, bertahan lama, dan tetap profitable.

About the Author

With 22 years of leadership experience in a multinational company, he has successfully built leaders at each level. He applies simple yet effective operational strategies to cut through the complexity in running a business. Using ActionCOACH system, he now bridges generation gaps by helping traditional family business owners transform their business into a modern, agile and aggressive machine. He combines Chinese business wisdom and modern management systems to guide various family business create a better succession plan.